sedikit flas back tintanic vs sukhoi sj 100
Begitulah runtuhnya sebuah keanggunan
oleh keagungan Tuhan. Tidak ada yang dapat membantah kecanggihan buatan
manusia, tapi bagi yang maha kuasa itu hanya secuil.
Kejadian Sukhoi Superjet 100 ini
setidaknya bisa dibandingkan dengan kejadian Kapal Titanic yang
tenggelam di Februari 1912. Anehnya, baru saja genap 100 tahun
tenggelamnya Titanic. Percaya tidak percaya, angka 12 ternyata menjadi
angka yang keramat, melebihi keramatnya angka 13. Tanggal dan tahun
kejadian, 1912 - 2012 membuat kedua tragedi ini layak disandingkan.
Tidak ada yang kebetulan, 12 mei
adalah Hari Keperawatan dunia. Mungkin hari ini ditujukan bagi para
perawat di seluruh dunia untuk menunjukkan dedikasinya pada korban
kecelakaan. Tragedi seperti inilah yang sangat membutuhkan tenaga-tenaga
perawat yang tangguh dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
Kapal Titanic juga merupakan
salah satu kapal termegah di dunia pada zamannya kala itu. Mereka
mengatakan kalau Titanic bahkan tidak mungkin bisa ditenggelamkan oleh
Tuhan. Nyatanya Titanic runtuh hanya karena membentur bongkahan es.
Inilah kesamaan kedua, Sukhoi membentur tebing dan Titanic membentur
bongkahan es.
Persamaan ketiga tampaknya pada acara dan seremonial yang terjadi sebelum keberangkatan baik Titanic maupun Sukhoi Superjet 100. Tidak terekam bahwa sebelum keberangkatan ada semacam rituala maupun doa bersama untuk keselamatan. Seolah bahwa apa yang mereka naiki tidak mungkin tergoyahkan apapun. Tapi pada kenyataannya, sudah jelas. Manusia adalah makhluk yang sangat lemah untuk bertarung dengan alam.
sumber :blog,konsultasi masalah cinta
kalo menurut aku pribadi pada intinya kemegahan dan kemewahan tidak dapat menjamin keselamalan kita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar